Galang Dana Riset Kanker, Fight For a Cure Digelar di Nuanu

Partisipasi dari komunitas lokal dapat diwujudkan menjadi dukungan bagi riset yang relevan dan berdampak bagi pasien.

By Manah Bali
| October 4, 2026

Ajang amal Fight For a Cure digelar di Nuanu Creative City, Tabanan, pada Sabtu (3/10/2026). - Istimewa

Mempertemukan lebih dari 30 gym (pusat kebugaran) dari seluruh Bali, 40 petarung, dan lebih dari 1.500 pendukung, ajang Fight For a Cure kembali digelar di Nuanu Creative City, Tabanan, pada Sabtu (3/10/2026). Ajang yang diselenggarakan untuk keempat kali punya satu tujuan bersama, menggalang dukungan untuk riset kanker.

Melalui Nuanu Social Fund (NSF), Nuanu Creative City pada tahun ini memberikan dukungan hampir Rp117 juta (sekitar US$6.500) kepada Germ Cell yang berafiliasi dengan lembaga riset kanker terkemuka dunia Chris O'Brien Lifehouse. Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan kontribusi Rp45 juta (sekitar US$2.500) pada tahun 2025 lalu.

Peningkatan komitmen ini melanjutkan momentum penyelenggaraan tahun lalu sekaligus mencerminkan investasi berkelanjutan NSF pada inisiatif berbasis komunitas yang berdampak sosial terukur.

“Kami meningkatkan dukungan karena Fight For a Cure telah membuktikan kemampuannya dalam menggerakkan komunitas dan mengubah partisipasi tersebut menjadi dukungan yang nyata,” kata Ida Ayu Astari Prada, Head of Nuanu Social Fund.

“Inisiatif ini berhasil membangun partisipasi yang konsisten dari komunitas kebugaran di Bali, sekaligus menghubungkan semangat gotong royong tersebut dengan dukungan nyata untuk riset kanker. Bagi NSF, ini merupakan model dampak yang kuat—bagaimana partisipasi dari komunitas lokal dapat diwujudkan menjadi dukungan bagi riset yang relevan dan berdampak bagi pasien.”

Inisiatif Germ Cell

Germ Cell didirikan oleh Kai Suteja, penyintas kanker yang dua kali berhasil melawan penyakit tersebut, sebagai cara untuk mengubah pengalaman pribadi menjadi aksi bersama. Berawal dari komunitas kebugaran Bali, inisiatif ini kini tumbuh menjadi acara penggalangan dana tinju tahunan yang menghubungkan petarung, gym, pelaku usaha, dan pendukung lokal dengan riset kanker di balik pulau ini.

Hubungan personal itu juga tercermin pada para petarung yang naik ring Fight For a Cure. Anatoli dari Lions MMA kehilangan bibinya akibat kanker darah saat masih kecil, pengalaman tersebut yang turut mengantarkannya ke dunia tinju; tahun ini, ia bertarung untuk mengenang sang bibi.

Sementara itu, Jake dari The Block mendedikasikan pertandingannya untuk kedua orang tuanya, yang sama-sama telah berhasil melewati kanker. Kisah mereka menambah dimensi personal bagi upaya komunitas yang lebih luas di balik Fight For a Cure, tempat para petarung, gym, pelaku usaha, dan pendukung bersatu demi tujuan bersama.

“Bagi banyak orang yang terlibat dalam Fight For a Cure, kanker adalah sesuatu yang sangat personal. Banyak dari mereka yang pernah kehilangan orang terdekat, atau melihat orang yang mereka sayangi berjuang melawan kanker. Fight For a Cure menjadi salah satu cara untuk mengubah pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang berarti. Banyak petarung yang naik ring untuk mewakili mereka yang tidak bisa melakukannya sendiri,” ujar Kai Suteja.

“Menang atau kalah, kemenangan yang sebenarnya adalah dana yang berhasil kami kumpulkan untuk mendukung riset kanker. Dengan sains yang lebih baik, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik, dan saya rasa itu adalah sesuatu yang bisa didukung oleh semua orang.”

Germ Cell mendukung riset yang menjawab beberapa tantangan tersulit dalam penanganan kanker, mulai dari deteksi dini dan pengenalan kekambuhan hingga pengembangan terapi yang lebih efektif untuk jenis kanker yang agresif.

Hingga kini, Germ Cell telah menyalurkan sekitar Rp1,5 miliar (US$83.000) untuk riset kanker, mendukung kegiatan di Chris O'Brien Lifehouse serta penelitian yang dipimpin oleh Dr. Kim Alexander dan Profesor Jeremy Crook.

Dr. Kim Alexander tengah meneliti apakah tes darah sederhana dapat membantu mendeteksi kembalinya glioblastoma sekaligus memantau respons pasien terhadap pengobatan, sementara Profesor Jeremy Crook mengkaji cara agar obat kanker dapat menjangkau sel tumor dengan lebih efektif. Pendanaan untuk Chris O'Brien Lifehouse juga turut mendukung riset dan layanan perawatan kanker yang lebih luas di sana.

Artikel lainnya

Transform Your Space with Perfect Curtains

Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.

[njwa_button id="1161"]
Social Media

© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.

menucross-circle