Pengalaman seni visual berkembang melalui pertunjukan tari, mode, dan musik.

Karya seniman Mangurupa dipamerkan di Pullman Bali Legian Beach. - Istimewa
KOMUNITAS Seni Mangurupa berkolaborasi dengan Pullman Bali Legian Beach menghadirkan Pullman Xchange: Symphony of Elements, pada Jumat (23/10/2026) malam. Pameran seni tahunan merayakan keindahan keberagaman melalui perpaduan warna, bentuk, material, dan perspektif, menciptakan ruang berbagai ekspresi artistik dapat bertemu, berinteraksi, dan hadir dalam harmoni.
Ketua Umum Komunitas Seni Mangurupa, Dewa Putu Ardana, mengatakan ada 15 dari sekitar 50 seniman Mangurupa yang dilibatkan pada pameran kali ini. “Masing-masing seniman memiliki tafsir yang berbeda-beda tentang alam, tentang budaya, tentang tradisi, tentang kehidupan masyarakat,” ujar Dewa Ardana.
Sorotan utama ada pada dua seniman Indonesia dengan rekam jejak internasional, Tatang Budi Santoso dan I Ketut Putrayasa.
Dikenal melalui narasi visual yang simbolis dan menggugah pemikiran, Tatang B.Sp telah berpartisipasi dalam berbagai pameran internasional, termasuk Olympic Fine Arts 2008 di Beijing dan The 6th Beijing International Art Biennale. Karyanya, Borderless, juga menjadi bagian dari koleksi Olympic Museum di Lausanne, Swiss.
Sementara itu, pematung Bali I Ketut Putrayasa memiliki portofolio internasional yang dengan proyek dan pameran di Belgia, Prancis, Singapura, hingga Turki. Pencapaiannya meliputi Best Final Project Artwork di ISI Denpasar, karya monumental The Octopus Queen, instalasi bambu setinggi 25 meter yang meraih rekor MURI pada 2025 sebagai patung terbesar dari anyaman bambu di Indonesia, serta keterlibatannya dalam pertunjukan Kecak kolosal dengan 5.555 penari di Pantai Berawa, yang juga memperoleh pengakuan MURI pada 2018.
Seiring malam Pullman Xchange: Symphony of Elements berlangsung di Alun-Alun Garden, pengalaman seni visual berkembang melalui pertunjukan tari, mode, dan musik. Dance Generation, kelompok tari asal Bali yang berhasil mencapai Quarter Finals Indonesia’s Got Talent 2023, menghadirkan pertunjukan kontemporer yang memadukan koreografi dinamis dengan elemen akrobatik.
Mode turut memberikan lapisan kreatif lain melalui presentasi dari Debz Collections dan EP Art by Eka Plawa. Koleksi tersebut ditampilkan oleh para model dengan koreografi dari Lenny Hartono Management, yang memiliki portofolio di berbagai panggung termasuk New York Fashion Week 2023, Bali International Fashion Festival 2023, dan Miss Teenager Universe 2024. EP Art by Eka Plawa juga membawa sentuhan tradisional dan kontemporer Bali melalui kostum, arahan artistik, serta presentasi panggung.
Melengkapi keseluruhan pengalaman, DJ Herllyna menghadirkan atmosfer musik sepanjang malam, menambah elemen lain ketika seni lukis, patung, mode, gerak, dan suara berpadu dalam narasi besar Symphony of Elements.
“Pullman Xchange: Symphony of Elements mencerminkan keindahan ketika berbagai suara kreatif hadir dalam satu ruang. Setiap seniman dan disiplin memiliki identitasnya sendiri, namun ketika dipertemukan, semuanya dapat menciptakan koneksi dan perspektif baru. Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang menarik, inspiratif, dan bermakna bagi para tamu dan komunitas, sekaligus terus memberikan ruang bagi kreativitas Indonesia,” ujar General Manager Pullman Bali Legian Beach Ravi Khubchandani.
Melalui Pullman Xchange: Symphony of Elements, Pullman Bali Legian Beach terus membuka ruang bagi seniman, tamu, dan komunitas kreatif untuk terhubung melalui ide serta perspektif baru. Lebih dari sekadar malam pembukaan, pengalaman seni akan terus hadir melalui pilihan karya lukis dan patung yang ditampilkan di area lobby floor Pullman Bali Legian Beach, menjadikan seni sebagai bagian dari pengalaman para tamu selama berada di resor.




Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.
© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.