17 Pemangku Doakan Indonesia dari Rumah KaKek

Juga ruang untuk menumbuhkan kesadaran kebangsaan.

By Manah Bali
| November 3, 2026

Persembahyangan untuk Indonesia dari Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan (Rumah KaKek), Pasraman Satyam Eva Jayate, Denpasar, pada Saniscara Kliwon Watugunung, Sabtu (31/10/2026). - Istimewa

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis bahan bakar minyak (BBM), hingga ancaman pemadaman listrik, termasuk kasus-kasus korupsi, doa untuk keselamatan dan kesejahteraan bangsa dipanjatkan dari Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan (Rumah KaKek), Pasraman Satyam Eva Jayate, pada Saniscara Kliwon Watugunung, Sabtu (31/10/2026) atau bertepatan dengan Hari Suci Saraswati.

Sebanyak 17 pemangku dengan membawa genta masing-masing melantukan puja dan doa bersama. Lantunan genta yang mengiringi doa menjadi simbol harapan agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan dan mampu mewujudkan kehidupan bangsa yang sejahtera.

Ketua Umum Rumah KaKek, I Ketut Udi Prayudi, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa. Menurutnya, Indonesia tengah menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan kekuatan dan persatuan seluruh elemen masyarakat. "Doa ini kita panjatkan agar negara ini bisa tetap kokoh berdiri di tengah berbagai tantangan yang kini dihadapi," ujarnya.

Kegiatan yang diikuti generasi muda Hindu dari berbagai daerah di Indonesia ini tidak hanya menjadi momentum perayaan keagamaan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kesadaran kebangsaan.

Udi mengatakan, pelibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut memiliki tujuan penting, yakni menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air. Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan diharapkan tumbuh melalui perjumpaan, tradisi, dan kegiatan spiritual.

Semangat tersebut juga disampaikan Ketua PD KMHDI Bali, Pitriyou. Ia mengatakan Indonesia merupakan negara besar yang memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi bangsa yang unggul. "Indonesia adalah negara besar. Kita harus percaya bangsa ini bisa maju dan unggul," katanya.

Pinandita I Nyoman Sutika yang juga Sekretaris Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korda Bali menyampaikan, doa dipanjatkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Indonesia yang penuh keragaman tetap bersatu dalam persaudaraan. Di samping itu agar Indonesia dihindarkan dari berbagai bencana serta pemimpin dan rakyatnya diberikan tuntunan dan keselamatan.

Menurutnya, optimisme terhadap masa depan Indonesia perlu disertai dengan solidaritas dan persatuan nasional. Hubungan antarmasyarakat harus terus diperkuat agar cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju dapat tercapai.

Pelemparan Koin ke Kolam Kebangsaan

Selain persembahyangan dan doa bersama yang melibatkan 17 pemangku, perayaan Saraswati di Rumah KaKek juga diisi tradisi pelemparan koin ke Kolam Kebangsaan yang berisi 45 mata air dari seluruh Nusantara sebagai simbol gotong royong dan penyelamatan mata air sebagai sumber kehidupan dan aksi mencium bendera Merah Putih. Tradisi tersebut menjadi simbol penguatan jati diri kebangsaan sekaligus ungkapan kecintaan terhadap Indonesia.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pementasan Wayang Kebangsaan yang menghadirkan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dengan dalang muda I Wayan Gede Durmandita mahasiswa UHN IGB Sugriwa Denpasar. Kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan generasi muda Hindu dari berbagai daerah untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.

Melalui perayaan Saraswati, Rumah KaKek berupaya mempertemukan spiritualitas, kebudayaan, dan semangat nasionalisme. Doa yang dipanjatkan bukan hanya menjadi ungkapan harapan, tetapi juga pengingat bahwa menjaga Indonesia membutuhkan solidaritas dan keterlibatan seluruh generasi.

Artikel lainnya

Transform Your Space with Perfect Curtains

Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.

[njwa_button id="1161"]
Social Media

© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.

menucross-circle