Perupa Payangan Pamerkan Keberagaman di Santrian Art Gallery

“Keberagaman ini adalah kekuatan kami sebagai sebuah keluarga besar.”

By Manah Bali
| October 18, 2026

Himpunan Perupa Payangan (HPP) menggelar pameran di Santrian Art Gallery Sanur, 18 September-31 Oktober 2026.

HIMPUNAN Perupa Payangan (HPP) menggelar pameran di Santrian Art Gallery Sanur, 18 September-31 Oktober 2026. Dibuka Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, sebanyak 38 karya seni dari 18 perupa HPP menghadirkan ragam sudut pandang seni.

“Ini adalah pameran kami yang kedua,” ujar Ketua HPP I Made ‘Dolar’ Astawa.

Pameran HPP kali ini bertema “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition”, melanjutkan energi internal pada pameran Bayu-Idep-Karma di Ubud pada Mei 2026. Dengan laku Udhar Banda Karma, HPP melangkah lebih jauh, mengurai belenggu pakem, melonggarkan ruang kreativitas, dan mendobrak batas geografis demi masa depan seni rupa HPP yang lebih terbuka.

Karya 18 perupa merangkum keberagaman, mulai dari lukisan yang setia menjaga nyala api tradisi, perkawinan estetika modern, pelepasan menuju dunia abstrak, hingga dinamika seni patung yang bergerak dinamis.

“Keberagaman ini adalah kekuatan kami sebagai sebuah keluarga besar.”

HPP terinspirasi kisah para tetua seniman di wilayah Payangan, Gianyar. Bukan hanya melakoni praktik seni, seniman Payangan di masa lalu juga aktif mendidik generasi baru. Semangat itu menjadi spirit yang menghimpun para perupa ke dalam HPP.

Wakil Bupati Gianyar menyebut HPP telah menghadirkan ruang ekspresi dan dialog melalui karya-karya dalam pameran. Melalui tema Udhar Banda Karma, HPP melihat tradisi bukan semata-semata sebagai sesuatu yang diterima secara pasif tetapi sebagai warisan yang dapat direnungkan, ditafsirkan, dan dikembangkan sesuai konteks zaman.

“Tradisi akan tetap hidup apabila mampu berdialog dengan perubahan,” kata Agung Mayun.

Wabup mengatakan seniman punya kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang yang tidak biasa. Melalui karya seni, sesuatu yang tidak mudah disampaikan dengan kata-kata dapat menjadi sebuah pengalaman yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Wabup Agung Mayun menegaskan komitmen Pemkab memberikan ruang para seniman untuk berekspresi sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Gianyar. “Kita tidak ingin Gianyar hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki warisan budaya yang kuat tapi juga daerah yang senantiasa melahirkan gagasan dan karya-karya baru.”

Artikel lainnya

Transform Your Space with Perfect Curtains

Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.

[njwa_button id="1161"]
Social Media

© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.

menucross-circle